Terciptanya nama dan keberadaan
desa Pungging Kecamatan Pungging Kabupaten Mojokerto Provinsi Jawa Timur
menurut narasumber atau tokoh masyarakat Diceritakan bahwa DESA PUNGGING
dahulunya disebut PADEPOKAN PENGGING yang berasal dari kisah sejarah jangan dahulu
pada abad 700 yang tertulis (terukir)
singkat dengan huruf jawa kuno di Batu Nisan Pesarean atau makam TUMENGGUNG WIROJOYO yang dipercaya oleh
masyarakat sebagai sesepuh atau tokoh pendiri Desa Pungging
Menurut cerita singkat sebut
berawal dari KASULTANAN SOLO memberi perintah kepada TUMENGGUNG WIROJOYO agar
pergi ke Timur guna mendirikan Padepokan. di dalam perjalanan Tumenggung wirojoyo bertemu dengan orang tua bernama
SAMPURNO Kemudian dari pertemuan tersebut
Tumenggung Wirojoyo mendapat
petunjuk agar mendirikan Padepokan di sekitar tempat mereka bertemu setelah itu
kemudian Sampurno pergi seketika dan menghilang tanpa jejak ( sirno kertaning
bumi). untuk mengenang dan mengingat
tempat pertemuan serta kepergian
Sampurno tersebut oleh Tumenggung wirojoyo Ditandai dengan adanya pohon asem
tumbuh sangat besar dan diberi nama Mbah
Sar dan sampai sekarang pohon tersebut masih tumbuh.
Selama proses pembangunan
Padepokan, Tumenggung Wirojoyo meminta
bantuan putranya PANGERAN JOYO KUSUMO HADININGRAT atau sebutan lain
(jejuluk) PANGERAN PENGGING JOYO
HADININGRAT Setelah pembangunan Padepokan diselesaikan Kemudian oleh eh
Tumenggung wirojoyo diberi nama
PADEPOKAN PENGGING.
Seiring dengan berjalannya waktu
Padepokan Pengging berkembang pesat dan terkenal memiliki banyak pengikut atau murid yang
kemudian oleh Tumenggung wirojoyo diserahkan kepada putranya pangeran Pengging
Joyo Hadiningrat untuk memimpin Padepokan dengan dibantu putranya RADEN WALUYO
JATI yang ditugaskan untuk menjaga keamanan.
Selama menjalankan tugas untuk
menjaga keamanan Raden Waluyo Jati bertemu dengan Dewi Sekar putih dan Kyai
Sosro Basir ( murid Sunan Kalijogo) atas
jasanya tersebut Pangeran Pengging djoyo Hadiningrat menjodohkan Raden
Waluyojati dengan Dewi Sekar putih dan kepada Kyai Sosro Basir atas
permintaannya diberi tempat atau tanah yang nantinya akan dipergunakan untuk
membangun masjid.
Selama proses pembangunan masjid
tersebut Kyai Sosro Bachir dibantu oleh para pengikut atau murid dari Padepokan
Pengging dan diberi nama MASJID AL BASIRI, kemudian menggali tanah untuk sumur
guna mengambil air wudhu atau membersihkan badan atas petunjuk dari Dewi Sekar
Sari yang merupakan adik dari Dewi Sekar putih.
Berdasarkan keterangan dari
narasumber bahwa bangunan masjid bersejarah tersebut hilang tanpa jejak(sirno
kertaning bumi) dan sampai sekarang yang masyarakat sekitar percaya bahwasanya
bangunan masjid tersebut masih ada ada tidak bisa dilihat dengan kasat mata
yang diperkirakan terletak di sekitar area makam jam atau Pesarean Kyai Sosro
Basir dan bangunan sumur serta sumber mata air yang tidak pernah kering dan
dipercaya sangat berkhasiat untuk kesehatan.
Dari kisah singkat di atas sampai
saat ini ini dijadikan simbol atau pengingat yang menjadikan asal-usul
terbentuknya Desa Pungging, adapun
tempat Pesarean atau makam lainnya yang merupakan sesepuh atau tokoh dalam membantu
pendirian Desa Pungging(gambar) dan sampai sekarang masih dipercaya serta
dijaga kelestariannya oleh masyarakat.
Adapun kisah sejarah tentang
berdirinya 7 dusun yang ada di desa Pungging Kecamatan Pungging Kabupaten
Mojokerto tidak lepas dari kisah sejarah tersebut di atas dan mengenai waktu
to(tanggal, bulan, tahun) berdirinya
Desa Pungging kami tidak bisa menyebutkan secara detail dan jelas mengingat
terbatasnya waktu itu serta keterangan dari narasumber atau tokoh.
Desa Pungging Kecamatan Pungging
Kabupaten Mojokerto sejarah Pemerintahan Desa dipimpin oleh
1 Tidak
diketahui SOEKANDAR
2 Tidak
diketahui PRATOKO
3 ......
s/d Th. 1947 WIRYO SOETOPO
4 Th.
1947 s/d Th. 1965 SOEPARDI
5 Th.
1965 s/d Th. 1979 COKRO DIHARJO
6 Th.
1979 s/d Th. 2007 H. MOH. SUYONO 3 Periode
7 Th.
2007 s/d Th. 2014 SUGIANTO 04 April 2014
8 Mei
2014 s/d Th. 2020 PJ. KEPALA DESAJANJI
ANTOKO
9 Th.
2020 s/d Sekarang PAIMAN